Langsung ke konten utama

Postingan

Masyarakat Minim Wawasan Tupoksi Wakil Rakyat

Hanya dalam hitungan minggu lagi, masyarakat akan merayakan pesta demokrasi lima tahunan. Pada pemilu kali ini bukan hanya presiden dan wakil Presiden yang dipilih, namun juga akan memilih wakil rakyat dari berbagai tingkatan untuk dapat mewakili suara masyarakat baik di daerah maupun pusat. Seperti suasana menjelang pemilu pada umumnya, penyelenggara pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta lembaga swadaya masyarakat yang menaruh perhatian terhadap pelaksanaan pemilu sedang gencar-gencarnya mengajak masyarakat yang memiliki hak pilih untuk menggunakan haknya dengan baik dan tidak menjadi golongan putih alias golput.  Selain itu ajakan untuk melawan segala bentuk politik hoax dan politik SARA juga terus dikumandangkan. Sedangkan disisi lain yaitu para peserta pemilu terutama bagi mereka yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif juga sedang sibuk-sibuknya berkampanye untuk mempromosikan visi dan misinya apabila nanti terpilih menjadi seorang wakil rakyat. W...

Mengantisipasi Sikap Primordial Dalam Masyarakat

Sikap primordial merupakan sikap kedaerahan yang berlebihan yang selalu mengganggap bahwa kebudayaan di daerahnya lebih baik daripada kebudayaan di daerah lain. Adanya sikap yang seperti ini dapat menyebabkan masyarakat suatu daerah merendahkan dan tidak menghormati kebudayaan di daerah lain. Sebenarnya sikap yang demikian sangat bertentangan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia karena kata “kesatuan” dalam NKRI selain memiliki makna sebagai bentuk negara juga dapat bermakna sebagai persatuan dalam kebhinnekaan yang juga merupakan penjabaran dari semboyan negara Indonesia yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Persatuan dalam perbedaan merupakan prinsip dasar yang paling ditekankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negara Indonesia yang majemuk ini, karena untuk dapat menyatukan sebuah perbedaan bukan merupakan hal yang mudah dan tidak mungkin dapat terwujud apabila tidak ada sikap toleransi, tenggang rasa dan saling menghorma...

Reformasi Program Revolusi Mental

Revolusi mental merupakan salah satu program dalam Nawa Cita milik Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam Nawa Cita, salah satu agenda yang paling banyak diperbincangkan adalah poin nomor 8 (delapan) yaitu, melakukan revolusi karakter bangsa atau sering juga disebut dengan istilah revolusi mental. Program revolusi mental sendiri digagas untuk menggalakkan pembangunan karakter untuk mempertegas kepribadian dan jati diri bangsa. Jika melihat kondisi bangsa saat ini maka gagasan revolusi mental memang merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan karena mengingat derasnya arus globalisasi yang sulit untuk dibendung yang juga dapat menimbulkan berbagai ancaman terhadap kepribadian dan jati diri bangsa. Untuk itu sebenarnya apabila program revolusi mental dijalankan dengan sungguh-sungguh maka program ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai ancaman yang disebabkan oleh pengaruh globalisasi. Akan tetapi permasalahannya adalah program revol...

Mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi di tingkat Fakultas

Pada tahun ini saya mengikuti pemilihan mahasiswa berprestasi (pilmapres) di tingkat fakultas, pilmapres merupakan salah satu kegiatan yang bergengsi bagi para mahasiswa yang memiliki berbagai prestasi akademik maupun non-akademik untuk mendapatkan penghargaan dan pengakuan atas prestasi-prestasi yang dimilikinya. Sebenarnya saya sempat hampir mengurungkan niat untuk mengikuti Pilmapres di tingkat fakultas pada tahun ini, karena saya pikir pasti akan kekurangan waktu untuk mempersiapkan persyaratan dokumen yang cukup banyak dan kebetulan juga dalam waktu yang bersamaan saya masih dalam persiapan untuk mengikuti kompetisi peradilan semu ALSA NMCC Piala Mahkamah Agung XXII. Tetapi berkat dorongan dan dukungan dari orangtua, akhirnya seluruh persyaratan dokumen bisa saya lengkapi dan penulisan Karya Tulis Ilmiah yang merupakan salah satu syarat untuk mengikuti pilmapres pun dapat saya seles aikan dalam waktu kurang dari 3 hari, itu pun selalu saya kerjakan pada waktu dini hari karena ...

Menjadi Bangsa Yang Bersatu

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keragaman suku, budaya, agama, ras, dan bahasa, bangsa ini juga menempati kepulauan Nusantara yang terdiri dari beribu-ribu pulau banyaknya. Menurut Ernest Renan seorang ahli asal Perancis, pengertian bangsa adalah sekelompok manusia yang berada dalam suatu ikatan batin yang dipersatukan karena memiliki persamaan sejarah, serta cita-cita yang sama. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa memiliki cita-cita yang sama merupakan salah satu ciri suatu bangsa. Begitu pun dengan bangsa Indonesia, dibalik keragamannya bangsa ini juga memiliki kesamaan cita-cita sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu untuk mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Menurut penulis cita-cita yang tercantum dalam UUD 1945 tersebut telah diuraikan secara berurutan yaitu dimulai dari mencapai kemerdekaan terlebih dahulu, lalu setelah merdeka maka bangsa ini harus bersatu, kemudian dengan bersatu maka akan dapat me...

Mengisi Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 1945 teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan dan menandakan bahwa rakyat Indonesia sudah merdeka dan berhasil melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Setelah Indonesia merdeka selanjutnya masyarakat perlahan-lahan mulai terpanggil untuk saling bergotong royong membangun pondasi awal negara yang kuat sehingga mampu menopang masa depan bangsa yang lebih baik. Setelah kondisi kehidupan masyarakat berangsur membaik lalu muncul kembali permasalahan lain yakni masalah internal bangsa yang berkaitan dengan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintahan pada saat itu kemudian membuat terjadinya Reformasi. Dua puluh tahun Reformasi sudah berlalu tetapi masih banyak yang terjebak dalam nostalgia masa lalu dan belum bisa  move on  dari peristiwa tersebut. Tujuan dari reformasi untuk memperbarui tatanan kehidupan bermasyarakat agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 belum sepenuhnya terealisasi. T...

Menyoal Keberadaan Pengemis di Bali

Di balik keindahan pulau Bali dan kemegahan hotel-hotel berbintangnya, Bali juga masih menyimpan berbagai permasalahan sosial, salah satunya adalah keberadaan pengemis yang masih terlihat dibeberapa sudut perkotaan terutama kawasan-kawasan pariwisata seperti di daerah Badung. Pengemis adalah orang-orang yang mendapat penghasilan dengan meminta-minta di muka umum, mereka menggunakan berbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Kerapkali cara-cara yang mereka gunakan tersebut berhasil membuat orang tersentuh hatinya untuk memberikan sedekah. Menolong orang lain yang membutuhkan memang merupakan suatu perbuatan mulia, akan tetapi harus dipastikan terlebih dahulu apakah orang tersebut memang benar-benar membutuhkan atau malah mereka dengan sengaja bekerja atau dipekerjakan untuk melakukan kegiatan mengemis tersebut, jangan sampai yang ingin ditolong ternyata merupakan korban eksploitasi ekonomi, terlebih juga memberikan uang ataupun barang kepada pengem...

Memutus Rantai Korupsi Indonesia

Korupsi adalah suatu perbuatan tercela yang dilakukan dengan cara menyalahgunakan kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang semata-mata untuk menguntungkan atau memperkaya diri sendiri akan tetapi merugikan masyarakat dan negara. Perbuatan korupsi apabila dibiarkan terus-menerus tentu dapat merusak perekonomian bangsa yang akan berdampak pada terhambatnya kemajuan bangsa di berbagai sektor.  Belakangan ini, kasus korupsi sangat marak terjadi, terbukti dari banyaknya terdengar kabar mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berhasil menangkap basah para oknum yang diduga terlibat dalam perbuatan korupsi. Oknum-oknum yang ditangkap oleh KPK tidak oknum biasa, tetapi ada juga dari yang menjabat sebagai pejabat daerah seperti bupati yang seharusnya menjalankan mandat rakyat untuk membangun daerah hingga oknum hakim yang padahal sangat dimuliakan oleh masyarakat. Penangkapanpenangkapan yang dilakukan oleh KPK mungkin bisa d...

Generasi Muda Harus Berani Bermimpi Besar

Ir.Sukarno pernah berpesan "Gantungkan cita-citamu setinggi langit, bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.", sebuah pesan yang ingin disampaikan bukan hanya untuk golongan masyarakat tertentu akan tetapi untuk seluruh masyarakat, baik yang kaya atau miskin, yang hidup di kota atau desa, yang punya orangtua atau yatim piatu, intinya adalah bahwa pesan tersebut disampaikan untuk seluruh rakyat Indonesia. Pesan yang mengandung arti bahwa masyarakat, terkhusus bagi generasi muda harus berani bermimpi yang tinggi, memiliki cita-cita yang besar dan andaikata impian atau cita-cita tersebut gagal dicapai maka setidaknya masih akan jatuh di tempat yang indah bukan yang rendah. Ketika sudah bermimpi besar maka untuk mewujudkan impian tersebut dibutuhkan usaha yang besar pula, harus bekerja keras dan harus siap melewati berbagai rintangan. Namun apabila sudah berusaha keras tetapi cita-cita tersebut tidak terwujud, bukan be...

Mahasiswa Universitas Udayana Ikuti Our Ocean Youth Leadership Summit

Empat mahasiwa Universitas Udayana yaitu Tama (Mahasiswa Hubungan Internasional), Janis (Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan & Perikanan), Nara (Mahasiswa Fakultas Pariwisata) dan I Gede Yudi Arsawan (Mahasiswa Fakultas Hukum) berkesempatan untuk mengikuti kegiatan  Our Ocean Youth Leadership Summit  yang merupakan bagian integral dari  Our Ocean Conference 2018  yang berlangsung selama 2 hari yaitu pada tanggal 29-30 Oktober 2018 di Nusa Dua Convention Center, Bali.  Our Ocean Youth Leadership Summit  dihadiri oleh 189 peserta dari 52 negara dengan rentang usia 16-35 tahun yang terpilih dari sekitar 500 pendaftar yang berasal dari 65 negara. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti yang membuka langsung kegiatan kepemimpinan pemuda ini menyatakan bahwa peran dan partisipasi generasi muda sangatlah penting untuk mengembangkan dan menjaga laut, selain itu pada sambutannya beliau juga mengatakan bahwa isu perikanan illegal d...

Peran Masyarakat Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) adalah agenda dunia yang berupa kesepakatan pembangunan baru yang ditentukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.  Indonesia sendiri sebagai anggota PBB telah berkomitmen untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam Pasal 2 ayat (2) Perpres Nomor 59 Tahun 2017 dijelaskan bahwa tujuan dari TPB adalah untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaks...

Faculty of Law Student Following Forum Russia - Land of Opportunity

One of Udayana University's Faculty of Law students, I Gede Yudi Arsawan who is a student of class of 2016 had the opportunity to participate in Forum Russia - Land of Opportunity which took place on March 12, 2018 until March 16, 2018 in Moscow, Russia. Forum Russia - Land of Opportunity is a forum initiated by the Russian government which is organized with the aim to help talented and professional youth achieve self-realization in various fields and become a forum to exchange ideas as well as cultural promotion event. In 2018 the Forum of Russia - Land of Opportunity was attended by 6500 youth from 85 regions in Russia, followed by 300 delegates from 110 countries who previously participated in the 19th World Festival of Youth and Students and has passed the selection stage of the Ministry of Education and Science Russian Federation. Activities undertaken in this forum include discussions on Sustainable Development Goals, cultural promotion to visit one of the cities of ...

Organisasi, Pengembangan Karakter Generasi Milenial

Indonesia akan mendapat bonus demografi antara tahun 2020 hingga 2035 dan mencapai puncaknya pada tahun 2030. Saat itu, jumlah kelompok usia produktif jauh melebihi kelompok usia tidak produktif dan kelompok usia produktif tersebut akan didominasi oleh kalangan anak muda. Masa muda merupakan masa yang paling tepat untuk mencari banyak pengalaman dan menambah berbagai wawasan baru, kegiatan apapun yang dilakukan pada saat masa muda akan memiliki peranan penting dalam menentukan ke arah mana masa depan yang akan dicapai. Untuk menambah pengalaman dan wawasan tersebut maka diperlukan keaktifan seorang anak muda dalam mengisi masa mudanya dengan cara belajar yang baik di sekolah atau kampus serta bergabung dengan yang namanya organisasi. Ketika aktif mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah atau kampus maka hal yang akan didapatkan umumnya adalah berupa hard skill yang bersifat cenderung hanya kepada teknis pekerjaan, namun memiliki hard skill saja belum cukup karena dalam keh...

PC KMHDI Badung Laksanakan MPAB Ke-20

Pada tahun ini MPAB PC KMHDI Badung mengangkat tema “Mencetak Generasi Muda Pemikir, Penggagas dan Penggerak Demi Kemajuan Bangsa”, kegiatan diawali dengan memberikan pengenalan mengenai sejarah, struktur, visi dan misi oragnisasi kepada para para peserta dan diakhiri dengan pelantikan anggota baru. Peserta merupakan mahasiswa hindu akftifyang berasal dari berbagai perguruan tinggi di daerah Badung, diantaranya berasal dari Politeknik Negeri Bali, Universitas Udayana, Universitas Dhyana Pura dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali. MPAB kali ini juga sempat dihadiri oleh beberapa alumni KMHDI yang membagikan pengalaman serta menyampaikan beberapa pesan yang memotivasi para peserta untuk bersemangat dalam berorganisasi. Dalam sambutan penutupan, Ketua PC KMHDI Badung, Lanang Astawa, mengharapkan agar para anggota baru yang dilantik bisa tetap berkomitmen untuk bergerak bersama PC KMHDI Badung dan mampu memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran baru yang progresif untuk kemajuan organi...

Fakultas Kelautan & Perikanan UNUD Gandeng PC KMHDI Badung Sosialisasikan Bahaya Sampah

Fakultas Kelautan & Perikanan UNUD menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Sosial berupa bersih-bersih pantai serta sosialisasi mengenai bahaya sampah plastik pesisir pantai. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Kubur, Gianyar dan diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum, Minggu (23/9/2018). Ketua Pelaksana kegiatan, There, yang merupakan mahasiswa Fakultas Kelautan & Perikanan UNUD mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menyadarkan masyarakat agar dapat mencintai dan merawat lingkungan, utamanya daerah pesisir pantai, hal ini penting mengingat pantai merupakan salah satu obyek pariwisata yang paling ramai dikunjungi di Bali dan oleh sebab itu maka keindahannya harus terus dijaga agar wisatawan tetap berkunjung. Kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih dan bebas sampah plastik” ini juga melibatkan beberapa komunitas peduli lingkungan lainnya seperti malu dong, marine debries dan juga PC ...

Masih Banyak Rakyat Miskin, Salah Siapa?

Jumlah masyarakat miskin di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Saat ini jumlah masyarakat miskin di Indonesia adalah sekitar 26,58 juta orang atau sekitar 10,12 persen dari total 265 juta penduduk Indonesia. Kemiskinan memang merupakan salah satu masalah utama yang sedang kita hadapi di negeri ini, ada berbagai faktor yang menyebabkan kemiskinan itu dialami seseorang dan pada umumnya adalah karena belum atau tidak memiliki pekerjaan (menganggur). Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sampai saat ini bahkan masih ada sekitar 6 juta lebih penduduk yang menganggur di Indonesia.  Logikanya apabila angka pengangguran dapat ditekan maka tentu angka kemiskinan pun dapat berkurang. Langkah terbaik untuk memberantas kemiskinan dan penggangguran adalah dengan cara melalui pendidikan. Pemerintah sudah memiliki program wajib belajar 9 tahun atau setara hingga mendapat ijazah tingkat SMP. Program ini tentu harus diawasi dengan baik sehingga seluruh masyarakat bisa mend...

Mengantisipasi Maraknya Berita Bohong

Belakangan ini dalam suasana menjelang pemilu terlihat semakin marak di media sosial adanya oknum yang suka menebar hoax dan fitnah. Contohnya menyebarkan berita bohong hingga melakukan pemotongan video yang berisi ucapan dari seseorang dan menyebarkannya kembali. Sayangnya pemberitaan ini tidak dengan utuh sehingga mengubah makna dari video tersebut. Semestinya bermakna positif malah menjadi negatif akibat dipotong.  Perlakuan berbau fitnah oleh oknum tidak bertanggungjawab seperti itu tidak hanya dialami oleh masyarakat biasa. Tokoh-tokoh, pejabat, bahkan seorang Presiden juga dijadikan korban oleh mereka. Padahal kejahatan seperti ini jelas dapat menimbulkan kesalahpamahan dimasyarakat dan dapat mengakibatkan perselisihan.  Sebagai bangsa yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi nilai budi pekerti seharusnya tidak berani melakukan suatu kejahatan berupa fitnah,  apapun alasannya baik karena rasa dendam, benci, iri apalagi jika melakukan f...