Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Dampak Korupsi Terhadap Berbagai Kesenjangan di Masyarakat

 Oleh : Amelia Pada zaman sekarang tindakan korupsi sangat meresahkan karena merugikan masyarakat seperti masyarakat miskin yang tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh pendapatan pun kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya terlebih lagi bantuan yang diberikan pemerintah setempat berupa sembako tidak sesuai sasaran. Masyarakat merupakan sekelompok orang yang hidup bersama disuatu tempat yang sama, dalam kurun waktu yang lama. Masyarakat dan tindak korupsi itu saling berkaitan dimana dalam suatu masyarakat terdapat pemimpin yang dapat melakukan korupsi kapan saja, misalnya masyarakat yang sudah terbiasa melakukan korupsi dan mengikutsertakan dirinya untuk mengikuti pemilihan pejabat daerah setempat seperti pemilihan kepala desa jika tidak dicegah maka ia akan merugikan masyarakat. Korupsi merupakan tindakan kecurangan baik penyalahgunaan wewenang untuk mencapai keinginan ataupun pencurian yang dilakukan pejabat guna mencapai kepentingan pribadi. Telah kita ketahui bahwa korupsi sud...

Strategi Membasmi Korupsi sebagai Penyakit NKRI

 Oleh : Isma Rachimah Kejahatan korupsi merupakan musuh bersama oleh karena itu memerlukan upaya yang luar biasa untuk melawannya. Indonesia dan korupsi bagaikan dua sisi yang sulit dipisahkan, melihat kasus kejahatan korupsi di Indonesia semakin merebak banyak dengan cara yang variatif. Menurut ICW (Indonesian Corruption Watch), Indonesia mengalami kerugian mencapai Rp. 56,7 triliun akibat korupsi, kasus yang ditemukan oleh aparat hukum sebanyak 209 kasus dan pada tahun ini kasus kejahatan korupsi meningkat sebesar 47,63% dibandingkan tahun lalu. Maka dari itu, budaya korupsi di negara kita masih menjadi permasalahan yang utama, sehingga terkesan seperti budaya yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia yaitu Muhammad Hatta memberikan penilaian terkait korupsi menurut beliau korupsi cenderung sudah membudaya dan sudah menjadi bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia, ia pun mengungkapkan ”jangan biarkan korupsi jadi bagian budaya Indonesia”. Ungk...

Berantas Korupsi Untuk Kemajuan Negeri

   Oleh:     Nina Nurmala      Penyakit yang sangat luar biasa di negeri tercinta ini yang dapat merusak sistem ekonomi, politik, hukum, sosial dan pendidikan tidak lain adalah penyakit korupsi. Ketika anggaran yang seharusnya dijadikan uang pembangunan untuk menunjang pendidikan, menyejahterakan ekonomi masyarakat dengan bantuan-bantuan dari pemerintah untuk rakyatnya, malah disimpan di saku seakan punya sendiri. Ironisnya korupsi terjadi bukan di kelas bawahan, tapi selevel menteri pun melakukan korupsi di tengah pandemi seperti ini. Tentu ini membuat geram yang sangat luar biasa yang harus dihentikan, karena bagaimana bagsa ini akan maju ketika uang rakyat malah dilahap oleh para pejabat.       Yang lebih memilukan lagi hukuman yang diberikan tidak setimpal dengan kesalahan yang diperbuat, dalih-dalih penjara yang hanya sementara membuatnya jera tapi malah biasa saja karena ketika berada dalam jeruji besi diberikan keistimewaan y...

Edukasi Hukum Sebagai Senjata Melawan Korupsi

  Korupsi di negeri ini masih sangat marak terjadi terlebih di tengah masa pandemi sekarang, buktinya setiap waktu ada saja liputan berita mengenai tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab mulai dari pejabat tingkat pemerintah pusat bahkan hingga di lingkungan civitas akademika. Korupsi sudah sangat jelas bertentangan dengan norma-norma yang ada di masyarakat, sebagai contoh korupsi bertentangan dengan norma agama karena tidak ada satu pun agama yang membenarkan perbuatan tersebut serta juga bertentangan dengan norma hukum karena jelas diatur dalam hukum positif di Indonesia bahwa korupsi merupakan bentuk tindak pidana. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi perbuatan korupsi tapi nyatanya korupsi masih saja merajalela disekitar kita. Korupsi sudah seperti lingkaran setan yang seakan-akan tidak bisa diputus. Tetapi sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal maka sebagai manusia tentu tidak boleh menyerah untuk mencari solusi b...

Semangat Gotong Royong Menghadapi Pandemi COVID-19

Diamalkannya nilai-nilai dasar negara yakni Pancasila merupakan keniscayaan yang dikehendaki oleh seluruh elemen masyarakat karena pengamalan nilai-nilai tersebut merupakan satu-satunya harapan untuk terciptanya kesejahteraan bagi semua orang, sebab negara kita hanya menganut satu Ideologi itu saja dan tidak ada Ideologi lain yang dapat kita gantungkan sebagai pemberi harapan untuk terciptanya kesejahteraan. Sebagaimana dijabarkan oleh Ir. Sukarno bahwa nilai Pancasila dapat diintegralkan menjadi Trisila dan tidak hanya sampai disitu bahkan Trisila dapat diintegralkan menjadi Eka Sila yaitu Gotong Royong. Tidak pernah kita sangka bahwa wabah Corona Virus akan datang untuk menimpa dan memberikan dampak yang menyiksa bagi kelangsungan hidup masyarakat. Pandemi COVID-19 tidak hanya merugikan segilintir orang atau suatu golongan akan tetapi pandemi ini memberi duka bagi pemerintah maupun masyarakat. Bahkan tidak hanya merugikan negara kita tetapi juga negara lainnya diberbagai belah...

Tuntutan Rakyat Belum Terakomodasi

Aksi demo mahasiswa berlangsung secara masif di berbagai daerah dan berpusat di gedung DPR-RI Jakarta. Mahasiswa yang turun ke jalan menuntut agar DPR-RI menunda pengesahan beberapa RUU yang dirasa meresahkan masyarakat dan mengancam eksistensi HAM. Ada yang perlu disoroti dari aksi yang terjadi, karena lima hari sebelum aksi demonstrasi ini pemerintah sudah secara tegas dan jelas menyampaikan bahwa meminta penundaan pengesahan RUU dan tidak akan dilakukan oleh DPR-RI periode sekarang. Tetapi pernyataan dari pemerintah tersebut seakan-akan belum dapat memuaskan idealisme masyarakat khususnya mahasiswa. Kita bersama paham bahwa mahasiswa memang pernah mengambil peran penting dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) melalui reformasi di negara ini. Penyakit KKN yang menggerogoti negara pada era pemerintahan Presiden Soeharto hanya bisa disembuhkan setelah mahasiswa dengan idealismenya turun tangan untuk menunjukkan rasa ketidaknyamanan mereka dan masyarakat. Namu...

Bangkitkan Nilai Kesusilaan Demi Persatuan

Baru-baru ini di Buton, Sulawesi Tenggara terjadi bentrokan antar warga yang menyebabkan terbakarnya puluhan rumah akibat permasalahan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik-baik. Apa yang terjadi di sana merupakan cerminan kemunduran moral dan akhlak kita sebagai masyarakat. Perlu direnungkan bagaimana bisa hanya karena suara bising knalpot dari konvoi sepeda motor (kumparan.com) lantas menyebabkan banyak kerugian material dan immaterial yang seharusnya tidak terjadi. Banyak pelajaran yang harus kita ambil dari kasus yang terjadi di Buton tersebut agar kiranya kejadian yang sangat disesalkan itu tidak akan terulang lagi, sebab kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan perselisihan seperti bentrokan, rusuh, tawuran dan lainnya itu hanya akan menghambat kemajuan bangsa dalam berbagai sektor. Kejadian demikian selain dapat menggoyahkan persatuan juga hanya akan menyisakan duka dan goresan kelam dalam sejarah masyarakat. Tentu kita tidak ingin lagi mewarisi cerita-cerita...

Mengamati Hambatan Pendidikan di Indonesia

Pendidikan sudah jelas merupakan salah satu kunci kesuksesan dan kemajuan suatu bangsa. Melalui pendidikan pula maka manusia akan dapat terbentuk menjadi manusia yang bermartabat. Sebagaimana juga disampaikan oleh Tan Malaka bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan. Tanpa adanya pendidikan maka manusia akan menjadi gelisah dan kebingungan. Bisa dibayangkan bagaimana hidup seorang manusia yang tidak dapat membaca, tidak dapat berhitung dan tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Manusia yang demikian tentunya akan sangat susah untuk bisa hidup mandiri dan harus selalu hidup dalam pendampingan. Hal yang demikian mungkin masih dapat dimaklumi apabila terjadi pada mereka yang menderita penyakit atau kelainan, akan tetapi menjadi tidak wajar apabila itu dialami oleh manusia normal yang sehat. Jika itu masih terjadi kepada manusia normal maka kemungkinan penyebabnya karena mereka tidak mendapat akses pendidikan ata...

Tanggung Jawab Rakyat Dalam Demokrasi Pancasila

Sebuah negara disebut demokrasi sering kali diukur apabila negara tersebut menyelenggarakan pemilu. Pemilu merupakan sarana untuk mewujudkan pemerintahan yang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dengan pemilu maka pengambilan keputusan dan eksekusi keputusan dalam pemerintahan suatu negara, secara langsung dianggap dilakukan oleh rakyat itu sendiri, meskipun pada prakteknya hal tersebut dilakukan oleh para wakil rakyat dan presiden.  Indonesia sebagai negara yang meletakkan kedaulatannya di tangan rakyat, menganut sebuah sistem demokrasi yang disebut dengan demokrasi Pancasila. Prinsip demokrasi Pancasila ini secara umum merupakan cerminan sila ke empat Pancasila itu sendiri yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Dalam sistem demokrasi Pancasila, unsur musyawarah untuk mufakat dan unsur perwakilan merupakan unsur terpenting yang sekurang-kurangnya harus dipenuhi dalam kehidupan bernegara. Di ne...